Sabtu, 18 Februari 2012

hADIS TENTANG ILMU

  1. Hadis Rasulullah Tentang Ilmu

    Hadis Rasulullah tentang Ilmu yang diakui oleh semua mazhab dalam Islam selain hadis: "Aku adalah kota Ilmu dan Ali adalah pintunya" Adalah hadis tentang keutamaan ilmu. Diantaranya adalah kewajiban bagi kaum muslimin untuk mencari ilmu dimanapun ilmu tersebut berada, seperti hadis tentang negeri China.

    beberapa orang menafsirkan makna hadis tersebut dengan bahwa di negeri china terdapat banyak ilmu, tapi apabila kita cermati lebih lanjut semantik dari kalimat hadis tersebut maka justru menunjukkan sebaliknya. sebenarnya detail maknawi dari hadis tersebut bukan: "belajarlah atau carilah ilmu sampai ke negeri China." seperti yang sering dimaknai orang.

    Hadis ini akan membingungkan jika tidak secara cermat ditelusuri makna semantik kalimatnya,karena pada kenyataannya tidak ada seorangpun ilmuwan Islam yang pada masa keemasannya merupakan pusat-pusat keilmuwan dunia, (bahkan khasanah para ilmuwan islam merupakan landasan kemajuan ilmu pengetahuan modern saat ini) yang pernah belajar ke china.

    Kalau kalimatnya ini ditafsirkan secara serampangan tanpa melihat detail semantiknya memang akan bermakna harfiah, yaitu bahwa orang-orang yang harus mengikuti perintah hadis ini (kaum muslimin) harus pergi ke negeri China, tentu dengan berbagai asumsi, seperti kemampuan melakukan perjalanan dan sebagainya.

    tapi pada detail kalimat pada hadis yang benar sesungguhnya terdapat kata penghubung: 'walaupun' diantara 2 frase itu, jadi yang benar: "Carilah ilmu walaupun sampai ke negeri China." Kalau kalimatnya seperti ini maka frase "sampai ke negeri China" bermakna kiasan. Karena penekanan kata penghubung 'walaupun' terletak pada frase 'mencari ilmu' bukan pada frase 'sampai ke negeri China.'

    Ilmu secara mandiri adalah kebenaran, dari segala sudut pandang mutlak tidak melihat kuantitasnya maupun kualitasnya adalah tetap sebuah kebenaran. Oleh karena itu ilmu walaupun sedikit, ataupun banyak sama saja, ataupun susah, tetap harus dicari. Misal disuatu tempat ilmu nyaris tidak ada, tapi keberadaannya ilmu yang sekedar nyaris di suatu tempat itu tetap harus/wajib dicari oleh orang2 yang merasa mengikuti perintah tersebut. Ini adalah sabda untuk memuliakan ilmu.

    penggunaan kata walaupun sebagai kata penghubung menyebabkan pola kalimat tersebut adalah negasi penguat predikat pada frase pada suatu sisi akan menegasi frase opositnya, oleh karena itu apabila hadis tersebut berfungsi sebagai penguat, dimana ilmu adalah hal yang dikuatkan, ditekankan, maka frase opositnya atau frase diseberangnya seharusnya yaitu "sampai ke negeri china" seharusnya justru lemah dalam hal kualitas maupun kuantitas ilmu. oleh karena itu jika tempat yang diperintahkan oleh rasulullah untuk mencari ilmu tersebut minim ilmu atau tempat yang lebih sukar untuk mencari ilmu, maka justru ilmu itu sendiri akan lebih berarti mulia, hadis ini bertujuan menjelaskan betapa mulianya ilmu.

    sebagai ilustrasi untuk lebih menjelaskan maknawi dari semantik hadis tersebut, dapat kita telusuri kalimat-kalimat dibawah ini sebagai ilustrasi, semoga bisa dimengerti maksud isi nya:

    1. Belajarlah walaupun ke Negeri yg jauh (karena posisi sedang di daerah jauh dari negara yg dimaksud), maka jawabnya adalah misalnya salah satunya adalah negara norwegia, atau afrika selatan

    2. Belajarlah walaupun ke Negeri yg belum maju atau negara yg masih berkembang, misalnya negara ethiopia, nepal, Philiphine.. dll..

    3. Belajarlah walaupun ke Negri yg sudah MAJU, misalnya negara Jepang, Singapore, dll..

    pada point ke 3 disini agak janggal jika menggunakan kata "walaupun", semoga dpt dimengerti maksud dibalik kata tsbt.

    oleh karena itu makna hadis tersebut akan lebih bermakna, dalam arti akan lebih memuliakan makna dari ilmu seperti yang dimaksud oleh Rasulullah apabila contoh yang diambil oleh rasulullah adalah daerah-daerah yang justru minim ilmunya, atau daerah-daerah yang sukar untuk mencari ilmu. maka apabila kita memaknai hadis tersebut sesuai dengan makna semantiknya, maka di china pada masa nabi justru merupakan tempat yang:
    1) sukar untuk mencari ilmu, atau
    2) nyaris tidak ada ilmunya, atau
    3) tempat yang apabila dibandingkan dengan tempat lain di muka bumi ini, maka tempat tersebut paling sedikit ilmunya.

    Secara wujud, ilmu adalah suatu bentuk abstrak dari keberadaan jiwa dan ruh manusia, atau makhluk yang telah mendekati tingkat manusia seperti malaikat, jin dan setan. Pada makhluk-makhluk tersebutlah ilmu dapat ditampung. Oleh karena itu makna tempat agak rancu jika diterapkan pada ilmu. Oleh karena itu maka maksud dari hadis Rasulullah tentang ilmu tersebut pastilah berkenaan dengan kondisi psikologis manusia secara umum yang menempati wilayah tersebut. maka hadis tersebut akan bermakna memuliakan ilmu jika satu, dua atau tiga dari kemungkinan tiga keadaan terpenuhi, yaitu:
    1) bahwa karakter orang-orang china secara umum adalah suka merahasiakan informasi atau ilmu atau pengetahuan tertentu sehingga sukar bagi orang luar untuk mendapatkan ilmu dari mereka. Atau dengan kata lain mereka pelit terhadap ilmu.
    2) bahwa orang-orang china secara umum nyaris tidak berilmu
    3) bahwa diantara bangsa-bangsa yang lainnya di seluruh muka bumi ini, maka secara umum orang china relatif adalah yang paling tidak berilmu diantara mereka.

    sebenarnya, sedikit banyak beberapa karakter kemungkinan diatas dapat dijumpai pada kenyataan sebenarnya. pada yang pertama, orang china secara umum sukar membagi pengetahuannya. hal sudah nampak dari kegemaran mereka secara umum bermain rahasia-rahasiaan. juga pada masa feodal china banyak guru yang tidak memberikan semua ilmunya kepada muridnya, juga begitu susahnya seorang murid untuk mendapatkan ilmu dari seorang suhu.

    pada yang kedua, orang china secara umum nyaris tidak berilmu. Seseorang tampak berilmu atau tidak sebenarnya tampak pada adabnya, atau akhlaknya. akhlak bukanlah sesuatu yang bisa diindera, tapi hikmah yang dapat ditangkap oleh hati manusia ketika ia mengikuti perilaku seseorang. Oleh karena itu dalam konteks sosial indikator keilmuan dalam konteks suatu bangsa adalah masalah keadilan dan hukum. Apabila kita melihat hal tersebut di negeri China pada masa Rasulullah, maka sukar kita dapat melihat keberberadabannya ketika melihat penegakan keadilan pada masa feodal china. Pada masa feodal china, seseorang yang dijatuhi vonis sebagai pengkhianat, maka penghuni satu rumahnya harus bersiap-siap menghadapi pedang pemenggal maut, karena mereka dikaitkan dengan pengkhianatan kepala keluarganya. Fenomena ini jelas menunjukkan ketiadaanya adab.

    sebenarnya sampai saat sekarangpun boleh dikatakan perilaku penguasa sebagaimana pada masa feodal china masih berlaku. hukum jatuh dengan keras bagi rakyat kebanyakan china, tapi sepak terjang orang-orang yang menduduki posisi tinggi di partai komunis china, dan kerabat dekat pejuang komunis china nyaris tidak terendus oleh hukum.

    pada yang ketiga, secara umum apabila dibandingkan dengan bangsa lain di dunia maka bangsa china adalah yang paling tidak berilmu diantara mereka. hal ini justru nampak sangat mencolok pada masa sekarang. Yaitu masalah kegemaran bangsa china untuk menjiplak segala penemuan orang lain. menjiplak disamping sebenarnya melanggar hukum, atau adab pergaulan kemanusiaan, juga sebenarnya merugikan dirinya sendiri. karena kegemaran menjiplak menandakan lemahnya semangat penemuan. karena kegemaran berlarut-larut dalam hal menjiplak, maka menyebabkan bangsa tersebut cukup puas dengan kualitas hasil jiplakannya sama dengan yang asli, akhirnya daya kreasinya akan macet. Semua bangsa dan orang dapat maju jika kemajuan tersebut diperoleh dengan cara menjiplak.

    Kemudian yang paling penting lagi adalah bahwa menjiplak merupakan indikasi ketiadaan ilmu pada diri si penjiplak. inovasi timbul karena adanya dorongan atau potensi untuk memenuhi kebutuhan material di kehidupan sementara ini. dorongan tersebut akan bisa teraktualisasi dengan penemuan jika diantara keduanya terdapat gerak substansial yaitu intelektual yang mampu menghubungkan antara kesadaran kognitif dan kesadaran manusia. Atau dengan kata lain dibutuhkan ilmu untuk mengaktualkan potensi pada diri manusia. Oleh karena itu seharusnya inovasi adalah suatu hal yang fitrah pada diri manusia seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia itu sendiri, jika manusia tersebut mempunyai bekal untuk mengaktualisasikan potensinya, dalam hal ini bekal tersebut adalah ilmu. Inilah yang disebut dengan ibadah, (manusia yang mampu mengaktualkan potensi dalam dirinya). Jika manusia tidak berinovasi sedangkan kebutuhan hidupnya jelas selalu akan meningkat maka hal ini menunjukkan ketiadaan kepercayaan diri untuk mengaktualkan potensi atau dorongannya. Kepercayaan diri untuk mengaktualkan potensi atau dorongan tersebut ditumbuhkan karena keberadaan adanya bekal untuk mengaktualkannya, dalam hal ini adalah ilmu. Orang yang sedikit ilmunya akan selalu ragu-ragu, dalam memulai sesuatu hal yang baru yang belum pernah dialaminya. Suatu hal ang baru akan tampak sebagai resiko bagi dirinya. Oleh karena itu ia lebih suka menjiplaknya dari suatu hal yang telah dikerjakan oleh orang lain karena menurutnya hal tersebut akan meminimalisir resikonya.


    Hadis ini secara tidak langsung dapat kita masukkan sebagai mujizat karena menunjukkan kepada kita bukti kenabian Rasulullah Muhammad. Dimana pada hadis ini beliau telah menunjukkan pada kita gambaran masa depan. gambaran masa depan mengenai keadaan psikologis secara umum suatu bangsa yang mana kesempurnaan pembuktiannya, khususnya yang berkenaan dengan kasus kegemaran menjiplak, yang mana 'trend' ini baru muncul di masa depan pada kisaran dua abad di belakang ini.
    Last edited by slebore; 10-01-2011 at 05:21 AM.
  2. #2
    Roller Fun Roller Fun slebore is on a distinguished road
    Join Date
    Sep 2011
    Usia
    37
    Posts
    218
    Rep Power
    1

    Google Earth Proves that the Prophet Muhammad (pbuh) is RIGHT !

    Ketika pemahaman makhluk Allah sampai pada puncak-puncak Jasad, Ruh dan Kesadaran, kemudian dilanjutkan lagi sampai pada maha puncak dari pemahaman makhluk yaitu penyatuan dengan kehendak Allah. Maka portal antar dimensi sudah berada dalam genggamannya. Salah satunya adalah mujizat Rasulullah dengan mendatangkan unta antar dimensi pada Abu Jahal yang waktu itu hendak menimpakan batu besar ke kepala beliau ketika beliau sedang sujud.


    dibawah ini adalah video yang menampakkan mujizatnya, suatu yang amat mudah dan sebagian yang amat sangat sedikit saja dari kemampuan Rasulullah melakukan sesuatu, yang bagi makhluk lain akan terlihat sebagai sebuah mujizat besar


  3. #3
    Roller Fun Roller Fun slebore is on a distinguished road
    Join Date
    Sep 2011
    Usia
    37
    Posts
    218
    Rep Power
    1

    Mengapa Keajaiban Mujizat Al-Qur'an Sering Baru terbuktikan Pada Jaman Modern?

    Kehebatan mujizat Al-Qur'an sering melampaui jamannya. Apalagi bagi sudut pangan masyarakat kebanyakan atau awam dalam hal keilmuan Islam. Sering pembuktian isi kandungan Al-Qur'an terjadi pada masa modern, seperti tentang pernyataan dalam ayat Al-Qur'an tentang penentu gender pada janin dalam kandungan.

    Kandungan kitab suci Al-Qur'an melekat pada pengembannya yaitu Rasulullah Muhammad saw. Keyakinan para pemeluk Islam terhadap isi firman Allah disebabkan karena kapasitas atau nilai kemanusiaan dari pengembannya yaitu Rasulullah Muhammad saw. Baru kemudian sang pengemban menjelaskan makna kandungan Kitab Suci Al-Qur'an. Termasuk ayat mengenai penentuan gender janin di atas. tidak mungkin Allah tidak menjelaskan kebenaran kandungan ayat yang ada dalam kitab suci tersebut di atas kepada Rasulullah ketika beliau menerima ayat tersebut.

    Tidak mungkin pula beliau tidak menyampaikan makna ayat tentang keajaiban diatas kepada pengikut beliau kaum muslimin. Karena salah satu sifat Kenabian adalah Amanah dan menuntun. Hal ini hanya bermakna satu hal, tidak semua kaum muslimin mendapatkan pengajaran khusus dari Rasulullah, hanya orang terdekat beliau yang bersedia merendahkan dirinya dihadapan beliau secara utuh karena keyakinannya kepada janji Allah dan kapasitas Rasulullah yang akhirnya menerima pengajaran beliau tentang isi Kitab Suci secara lebih menyeluruh.

    Untuk itulah maka Allah dalam firmannya yang tercatat pada Al-Qur'an yang sampai pada manusia melalui perantara Rasulullah selalu menekankan akan pentingnya ilmu. Perintah Allah kepada umat manusia yang disampaikan melalui perantara Rasulullah tersebut akhirnya berhasil menuntun manusia kepada ilmu pengetahuan, sehingga saat ini manusia dapat membuktikan kebenaran ayat-ayat suci Al-Qur'an itu sendiri dengan pembuktian ilmiah.

  4. #4
    Roller Fun Roller Fun slebore is on a distinguished road
    Join Date
    Sep 2011
    Usia
    37
    Posts
    218
    Rep Power
    1
    Apabila memasuki pembahasan tentang ilmu dalam Islam, maka mazhab ahlulbayt atau mazhab syiah adalah satu-satunya mazhab dalam Islam yang menganggap ilmu merupakan salah satu hal yang terpenting. Karena dalam Islam mazhab ahlulbayt atau mazhab Syiah ilmu mempunyai kaitan yang erat dengan kesempurnaan tauhid. Menurut mazhab ahlulbayt atau syiah, ilmu mempunyai kedudukan atau nilai nomor kedua setelah kesempurnaan tauhid, kesempurnaan tauhid adalah hal yang terpenting dalam ber-Tuhan. Ilmu kedudukannya nomor dua setelah kesempurnaan tauhid. Akan tetapi ternyata diperlukan ilmu untuk mencapai posisi kesempurnaan tauhid. Atau dengan kata lain untuk mencapai kedudukan tertinggi yaitu level kesempurnaan tauhid, manusia wajib pula lulus pada kedudukan yang kedua, yaitu kedudukan di level ilmu.

    Atau dengan kata lain, mustahil bagi manusia untuk mendapatkan pemahaman kesempurnaan tauhid tanpa ilmu. Hubungan antara Kesempurnan Tauhid dan ilmu menurut Islam mazhab ahlulbayt atau mazhab Syiah dapat diibaratkan sebagaimana hubungan antara sebuah kota dengan gerbangnya, Untuk memasuki kota harus melalui gerbang kota tersebut. Untuk mencapai Kesempurnaan Tauhid harus melalui ilmu. Oleh karena itu ilmu menurut mazhab ahlulbayt nilainya lebih daripada jihad fi sabilillah, dan amal ibadah. Oleh karena itu ilmu juga merupakan jihad dan amal ibadah, bahkan ilmu adalah jihad dan amal yang tertinggi.

    tuntunan atau dalil orang-orang dari mazhab Ahlulbait atau Syiah dalam menyatakan bahwa posisi ilmu adalah nomor dua setelah tauhid, dimana kesempurnaan tauhid berada pada kedudukan yang tertinggi, ada banyak.

    tapi yang terpenting diantaranya ada dua dalil. dalil yang pertama adalah QS 29 ayat 20, surat Al Ankabut,

    Katakanlah: "Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi . Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

    menurut kaum muslimin mazhab ahlulbayt, ayat diatas adalah ayat utama dari Alqur'an yang menuntun manusia menuju kepada tauhid. Tauhid adalah persaksian dan pengakuan manusia akan penciptaan dirinya oleh Tuhannya yaitu Allah.

    Kitab suci Alqur'an adalah kitab yang menerangkan SEGALA SESUATU, jadi pada hakikatnya tidak ada lagi yang dilewatkan oleh Alqur'an untuk menjawab segala permasalahan dan pertanyaan yang mungkin diajukan oleh manusia. Ilmu mempunyai tingkatan-tingkatan. Tingkatan yang termasuk paling tinggi adalah hikmah. Ayat tentang hikmah juga banyak terkandung dalam Alqur'an.

    Sedangkan dalam menjelaskan segala sesuatu yang mungkin ditanyakan oleh manusia tersebut Kitab suci Alqur'an secara gamblang mengandung beberapa metode, salah satu diantara metodenya adalah hikmah tersebut.

    jawaban dari pertanyaan manusia yang berupa hikmah, membimbing manusia untuk melakukan merenung dan kontemplasi. hikmah biasanya diberikan kepada manusia yang sedikit banyak telah mempunyai ilmu yang berkaitan dengan segala hal di luar dirinya, atau dengan kata lain hikmah diberikan kepada orang-orang yang telah berpengalaman dalam kehidupan dan bersedia merenungkannya.

    Sedangkan ilmu pada level dibawah hikmah yang memrintahkan manusia untuk mendapatkan ilmu atau pemahaman din luar dirinya diantaranya yang telah disebutkan diatas, yaitu ayat suci Alqur'an, surat Al Ankabut 20.

    Selain menggunakan metode hikmah, Alqur'an juga menggunakan metode tuntunan. untuk menerangkan berbagai pertanyaan manusia yang berkaitan dengan segala sesuatu di luar dirinya seperti alam semesta ini, Alqur'an menggunakan metode tuntunan.

    Surat Al Ankabut secara langsung telah menuntun umat manusia untuk mencari ilmu di lar dirinya. Ilmu-ilmu yang secara umum levelnya memang lebih rendah daripada ilmu hikmah. Tetapi level tersebut tetap wajib diikuti oleh kaum muslimin apabila dia hendak mencapai level yang lebih tinggi lagi, yaitu level hikmah.

    Pada ayat 20 surat Al-Ankabut disebutkan bahwa manusia diperintahkan untuk berjalan di muka bumi untuk mengetahui bagaimana Allah menciptakan manusia di masa awal. Kemudian dengan berjalan di muka bumi itupula kita akan dapat mengetahui bagaimana Allah menciptakan manusia-manusia berikutnya. detail lebih jelas lagi dari penafsiran ayat ini akan diuraikan pada pembahasan lainnya.

    Tapi makna ayat yang cukup gamblang disebutkan oleh ayat tersebut adalah bahwa Allah memerintahkan manusia untuk mencari ilmu pengetahuan, berjalan dimuka bumi mempunyai makna bahwa kesempurnaan tauhid tersebut diperoleh dengan mencari ilmu. Alqur'an tidak memerintahkan manusia untuk melihat lagi pada Alqur'an itu sendiri untuk bertauhid kepada Allah, tetapi Alqur'an memerintahkan manusia untuk mencari ilmu sebagai langkah awal dalam mendapatkan pemahaman tauhid.

    Dalil kaum muslimin mazhab ahlulbayt (Syiah) lainnya yang menyatakan bahwa ilmu merupakan suatu jalan utama untuk mencapai kesempurnaan tauhid adalah sebuiah hadis Rasulullah.

    Hadis ini hanya beredar di kalangan ahlulbayt dan tidak dikenal sama sekali oleh kaum muslim sunni.

    Dalam hadis tersebut Rasulullah bersabda: "Sebaik-baiknya pembantu iman adalah ilmu. sebaik-baiknya pembantu ilmu adalah akal. sebaik-baiknya pembantu akal adalah kelembutan. sebaik-baiknya pembantu kelembutan adalah kelunakan" Biharul Anwar 75/52

    Hadis ini sebenarnya senafas dengan surat Al Ankabut 20, terutama kalimat pertamanya, "Sebaik-baik pembantu iman adalah ilmu"

    Dalam mencapai tauhid manusia membutuhkan dua hal. dan kedua hal tersebut melibatkan ilmu.

    Yang pertama adalah ilmu-ilmu yang harus diperoleh manusia dengan cara kognitif terhadap berbagai fenomena diluar dirinya. dengan ilmu-ilmu tersebut manusia diperintahkan untuk dapat memurnikannya menjadi hikmah. setelah memperoleh hikmah tersebut, manusia manusia diwajibkan untuk memurnikan berbagai hikmah kebijaksanaan tersebut menjadi pemahaman kesempurnaan tauhid.

    kronologi proses diatas memerlukan dua tahapan atau dua hal sehingga manusia dapat memperoleh pemahaman kesempurnaan tauhid,
    yang pertama adalah mendapatkannya secara kognitif, kemudian hasilnya diproses lebih lanjut secara batiniah. Nah untuk memprosesnya dibutuhkan usaha untuk memurnikan ilmu-ilmu menjadi hikmah, dan hikmah menjadi pemahaman kesempurnaan tauhid.

    Untuk mendapatkan kemampuan memurnikan ilmu dan hikmah tersebut manusia membutuhkan penyucian jiwa. Penyucian jiwa diperlukan untuk mendapatkan hidayah dari Allah, Hidayah adalah tuntunan yang bersifat pemberian mutlak. Hidayah dapat pula dikatakan sebagai Tauhid yang fitrah. Fitrah karena merupakan pemberian mutlak dari Allah tanpa perlu manusia tersebut melakukan usaha. Akan tetapi manusia baru dapat mengapresiasi Hidayah atau Tauhid yang bersifat pemberian mutlak tersebut dengan sempurna jika ia mampu menyelaraskan atau menghubungkan antara hidayah atau potensi Fitrah yang ada di dalam dirinya tersebut dengan fenomena-fenomena yang berada di luar dirinya. Atau dengan kata lain tauhid yang telah ada dalam diri manusia tersebut belum mencapai kesempurnaan sebelum manusia tersebut mampu menghubungkan tauhid yang merupakan pemberian Allah secara mutlak dan telah ada di dalam dirinya tersebut dengan pembuktian tauhid melalui fenomena-fenomena ciptaan Allah yang berada di luar dirinya. Untuk menghubungkannya dibutuhkan ilmu.

    Dengan cara membandingkan, dengan tujuan menemukan hubungan atau keselarasan antara Potensi Fitrahnya dengan fenomena-fenomena yang berada di luar dirinya, manusia akan mampu menghayati potensi fitrahnya sendiri. Potensi fitrah manusia juga lebih sering oleh kalangan luas disebut dengan hati nurani. Oleh karena itu seiring dengan perjalanan hidupnya manusia harus selalu tetap menjaga keadaan hatinya. Sedikit banyak diperlukan pula ilmu kognitif dan hikmah supaya manusia selalu dapat tetap fitri dengan cara mampu menjaga keadaan hatinya selalu bersih. ilmu dan hikmah sedikit banyak akan membantu menuntun manusia untuk terbiasa mengikuti insting ilahiahnya, insting tersebut akan menghindarkan manusia dari segala hal yang akan menjauhkan atau menghalangi manusia itu sendiri dari mendapatkan hidayah atau tuntunan langsung dari Allah.
    Last edited by slebore; 10-07-2011 at 09:50 AM.

  5. #5
    Roller Fun Roller Fun slebore is on a distinguished road
    Join Date
    Sep 2011
    Usia
    37
    Posts
    218
    Rep Power
    1
    QS Al-Ankabut 20 tersebut sebenarnya juga bisa digunakan untuk menganalisa teori Evolusi. Islam mazhab ahlulbayt atau (Syiah) menerima hal itu. bisa dibaca pada beberapa pandangan ulama terkemuka mereka. juga bisa dibaca pada buku mereka: Filsafat Sains menurut Al-Qur'an, karya Dr Mehdi Golzhani, terbitan Mizan. Pada buku ini terdapat ayat-ayat Al-Qur'an yan menunjukkan adanya teori Evolusi

    Yang ditolak oleh Islam menurut mazhab Ahlulbayt bukanlah teori Evolusi akan tetapi teori evolusi Darwin. Kesalahan fundamental dari teori evolusi darwin adalah bawa ia (Darwin) menisbatkan timbulnya beragam spesies yang berbeda ini karena faktor variasi/mutasi, kemudian terjadi seleksi alam. Hal ini jelas tidak sesuai dengan fakta yang ada (fakta paleontologis) dan fakta rasional (hitungahn matematis).

    Apabila benar adanya mutasi secara acak yang menyebabkan adanya variasi, maka seharusnya untuk menghasilkan dua spesies berbeda yang berasal dari satu spesies asal dibutuhkan banyak spesies perantara. Maka untuk menghasilkan keberagaman fauna dan hayati seperti yang ada sekarang ini semestinya dibutuhkan adanya jutaan bahkan trilyunan spesies binatang dan tumbuhan perantara yang gagal beradaptasi/ gagal seleksi. dan tentunya menghasilkan timbunan jumlah fosil yang jauh lebih banyak lagi. Bahkan bisa jadi lapisan kerak kulit bumi ini seharusnya terbentuk dari fosil-fosil binatang-binatang dan tumbuhan yang mengalami mutasi, untuk menghasilkan jumlah keberagaman fauna dan hayati seperti yang ada sekarang. kenyataannya eksplorasi paleontologi tidak menunjukkan fakta tersebut.


    Maka Teori Evolusi Darwin yang didasarkan pada mutasi dan seleksi alam sesungguhnya telah runtuh. Tapi tidak demikian halnya dengan Teori Evolusi Agama.

    Teori Evolusi Agama menisbatkan bahwa adanya variasi makhluk-makhluk di alam semesta ini tidaklah berdasarkan pada mutasi dan seleksi alam. yang apabila ditarik landasan filosofisnya akan ditemui bahwa Teori Mutasi dan Seleksi Alam Darwinisme mendasarkan bahwa penciptaan ini hanyalah berdasar pada azas kebetulan belaka.

    Bagi Teori Evolusi Agama tidak ada kebetulan dalam rancangan penciptaan alam ini. Teori Evolusi Agama mendasarkan diri bahwa keberagaman Ciptaan ini disebabkan karena makhluk sebagai obyek evolusi juga sekaligus memiliki kehendak ikhtiari sebagai subyek evolusi, untuk mengembangkan dirinya mengikuti tuntunan dan kehendak Ilahiah. Maka alam semesta sebagai makhluk Allah dan termasuk segala makhluk-makhluk Allah yang lainnya di alam itu sendiri, dalam usahanya untuk mencapai keridhaan-Nya, dilakukan dengan cara mendekatkan diri dengan kehendak-Nya dan berupaya secara sadar untuk mewujudkan kehendak Allah atas dirinya. Dengan ini maka ia sekaligus juga telah mengembangkan potensi dirinya tidak hanya secara batiniah kepada Allah SWT, etapi juga secara material akan terbentuk proses evolusi makhluk-makhluk Allah yang menunjukkan keagungan-Nya. Apabila ada kehendak ikhtiari makhluk-makhluk Allah untuk mengembangkan diri ke arah yang lebih baik dalam upaya untuk mencapai kehendak Allah yang akan berakibat akan diperolehnya keridhaan-Nya, maka evolusi terjadi secara terarah, terencana, dengan penuh kesadaran dsan mewujudkan rancangan adanya Pencipta dibelakang semua materialisme yang terindera ini.


    kita bukanlah keturunan kera atau monyet. kalau berasal-usul yang sama; iya, akan tetapi kita bukan berasal dari kera, tapi kalau ditilik dari teori evolusi sesungguhnya bahkan gajah dengan semut juga berasal dari asal yang sama.

    ingat bahwa biasanya yang pada awalnya sangat bertentangan dengan ilmu pengetahuan adalah doktrin-doktrin gereja dan cerita-cerita israiliyat, cerita gubahan-gubahan para ulana ahlul kitab yang ingkar kepada Allah. Mereka selalu keras menentang ilmu pengetahuan. Ingat yang terjadi pada Galileo. Gereja juga sangat menentang Teori Evolusi, karena kebodohan, mereka menisbatkan bahwa teori Evolusi beranggapan bahwa manusia adalah keturunan kera, padahal manusia dan kera berada pada cabang yang berbeda.

    sebenarnya banyak doktrin sejarah Islam yang penafsirannya malah mengadopsi cerita-cerita israiliyat (cerita-cerita yang telah dipalsukan oleh pendeta2 yahudi yang mengikuti hawa nafsunya) seperti misalnya anggapan incest yang terjadi pada putra-putri Nabi Adam. Padahal incest dilarang dalam agama, pembunuhan Habil adalah pembunuhan yang pertamakalinya di dunia yang dikarenakan incest, KIta patut mempertanyakan asal-usul doktrin kita sendiri yang agak aneh, dan tidak bersumber dari Kitab Suci Alqur'an, patut diketahui bahwa bahkan binatang yang bebas hidup liar di alam tidak pernah melakukan incest! binatang yang melakukan incest adalah binatang yang hidup dalam peliharaan ekosistem buatan manusia. sunnguh amat aneh jika binatang tidak melakukan incest tapi manusia justru melakukannya! hal ini melalui tuntunan agama pula!

    Patut diketahui bahwa amat banyak terjadi pengadopsian cerita-cerita Islam yang diambil dari cerita-cerita Israiliyat, seperti misalnya bahwa perempuan diambil dari tulang rusuk laki-laki, cerita ini adanya di kitab perjanjian lama (bukan dalam Alqur-an) Alqur'an sendiri telah menjelaskan bahwa Kitab-kitab Yahudi banyak yang telah disimpangkan ceritanya oleh 'ulama' mereka yang ingkar. Apabila menengok cerita Perjanjian Lama Yahudi maka akan banyak sekali ditemui kekacauan cerita, seperti cerita Nabi Luth yang meniduri anak perempuannya sendiri, Nabi Nuh yang mabuk, dll. Kebetulan cerita dari Bani Israil inilah yang banyak diambil oleh kalangan muslim awal sebagai sumber rujukan, hal ini disebabkan keengganan mereka mengambil sumber dari ahlulbayt sebagai rujukan sumber cerita sejarah kisah manusia di masa lampau.


    Selain daripada itu sejarah membuktikan bahwa tradisi yang selalu bertentangan dengan ilmu pengetahuan di masa lampau adalah tradisi ahlul kitab, terutama tradisi gereja. tercatat Galileo Galilei dan Charles Darwin sendiri adalah pihak-pihak yang amat sangat dimusuhi oleh gereja, karena ilmu pengetahuan bertentangan dengan doktrin gereja. Sedangkan Islam justru merupakan agama dimana ilmu pengetahuan sangat subur dan dipupuk secara mendalam oleh agama ini. Tercatat banyak ilmuwan Islam yang sampai sekarang merupakan para peletak landasan ilmu pengetahuan di dunia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar